cara tukar uang rusak di bank bri

Saya teringat dengan sebuah kalimat yang ada di buku tabungan manual sewaktu berada di sekolah dasar dulu. Rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya. Begitulah bunyinya. Secara tak sadar, kata-kata itu merasuki alam bawah sadar. Saya bertekad untuk lebih rajin dalam hal belajar, dan lebih menghemat uang melalui tabungan.

Sampai sekarang, saya masih menyimpan uang di celengan. Tentunya, selain menyimpan uang di bank. Celengan-celengan itu tak pernah saya buka sejak puluhan tahun lalu. Namun, beberapa waktu lalu, saya sedang membutuhkan uang untuk keperluan mendadak. Akibatnya, saya harus membuka celengan.

batas transfer bank bri

Saya pilih celengan paling lama yang pernah dimiliki. Ketika saya membukanya, uangnya lumayan banyak. Sayangnya, beberapa di antaranya termasuk uang lama yang sudah tidak berlaku lagi. Ada juga yang rusak dalam bentuk bolong, robek, dan lusuh.

Saya sempat kecewa waktu itu. Waktu dan uang yang saya tabung ternyata sia-sia saja. Uang tidak bisa dipakai. Mana ada tempat yang mau menerima uang seperti itu. Kata-kata yang ada di buku tabungan itu ujung-ujungnya hanya membodohi saya. Namun, ibu saya berkata bahwa uang tersebut bisa ditukar ke bank.

baca juga cek saldo rekening bri

Berhubung saya merupakan nasabah bank BRI, hal yang terlintas di benak ini adalah pergi ke kantor cabang BRI terdekat untuk menukarkannya.

Saya pikir, menukar uang tidak bisa sembarangan. Bank-nya pun tidak bisa dimana saja dipilih. Yang saya tahu, hanya di Bank Indonesia saja. Tapi, apa salahnya mencoba, kan? Apalagi, BRI terkenal dengan tagline-nya, melayani dengan setulus hati. Pasti permasalahan uang lama dan rusak ini dilayani juga.

Begitu sampai di BRI, sang petugas menyebutkan bahwa tidak uang yang saya bawa tidak bisa ditukarkan begitu saja. Pihak bank menyarankan untuk ditabung ke rekening berhubung uang saya rusaknya hanya sedikit. Jika kerusakan lebih dari 90%, harus ditukar ke Bank Indonesia.

syarat dan cara untuk menukarkan uang

Untuk uang yang sudah lusuh, kita harus menukarkannya ke Bank Indonesia. Pihak Bank akan menggantinya sesuai dengan nominal yang tertera

Uang lama yang sudah tidak beredar lagi harus ditukarkan ke Bank Indonesia. Namun, uang tersebut tidak boleh lebih dari 10 tahun sejak penarikan. Uang pun akan diganti sesuai dengan nomonalnya.

Uang rusak dapat ditukarkan di bank mana saja, termasuk bank BRI. Berhubung uang yang saya miliki hanya rusak karena berlubang, BRI masih menerimanya. Beda ceritanya jika uang tersebut terpotong menjadi dua bagian atau lebih, sehingga menyebabkan nomor serinya tidak dikenali lagi. Jika itu yang terjadi, uang tidak diganti.

Untung saja, uang saya bisa diselamatkan lewat bank kepercayaan saya, BRI. Setelah menyetorkan uang saya, lantas saldonya segera dicek. Jumlah uang yang ada sudah sesuai dengan yang disetorkan.

Perkara menukar uang lama atau rusak ini memang membuat saya tahan napas. Seharian itu saya terus bertanya-tanya apa bisa ditukarkan atau tidak. Kalau jumlahnya Cuma sepuluh atau dua puluh ribu sih tak apa, saya ikhlaskan. Tapi yang saya punya itu ratusan ribu. Jumlah yang lumayan membuat saya khawatir. Apalagi sedang butuh-butuhnya.

Cukup jadi pelajaran saja. Lain kali, harus memperlakukan uang dengan baik. Bagaimanapun, uang itu rezeki pemberian Tuhan. Sudah sepantasnya lah saya merawatnya, jangan sampai rusak disengaja atau tidak disengaja. Bank memiliki persyaratan tertentu untuk menukarkan uang. Tak dapat ditukarkan, bisa kecewa diri ini.

Tinggalkan komentar