cara mudah cek mutasi mandiri

Manusia tak luput dari kesalahan. Sesempurna apapun, pasti ada cacatnya. Saya yang sangat terorganisir ini bisa juga ceroboh. Hal ini terbukti dari suatu kejadian yang menimpa saya baru-baru ini. Saya lupa menaruh struk bukti transfer untuk pembelian Reksadana.

Di platform yang saya gunakan untuk berinvestasi Reksadana, saya harus mengunggah bukti transfernya. Kalau tidak, transaksi tidak dapat diproses. Ada batas waktu sampai melakukan konfirmasi. Jika dalam waktu 24 jam tidak melakukan konfirmasi, transaksi akan dibatalkan secara otomatis.

Saya pikir akan sayang sekali jika ini tidak dikonfirmasi karena uang yang saya transfer untuk investasi sejumlah jutaan rupiah. Ini tidak boleh terjadi karena menyangkut masa depan.
Saya kelimpungan.

Apa yang harus saya lakukan ya jika terjadi hal seperti ini? Maka, saya pun mengontak customer service platform investasi langganan saya melalui email. Sudah setengah hari tidak ada kabar. Sedangkan saya pun dikejar waktu.

Kalau tidak, uang saya dianggap tidak masuk ke rekening reksadana dong? Dihantui oleh pikiran tersebut, saya pun segera menelepon customer service-nya. Untungnya, responnya cepat. Setelah memberitahukan kejadiannya, customer service pun memberikan solusi untuk mengunggah bukti rekening mutasi.

Saya belum pernah melakukan transaksi rekening mutasi. Yang terbayang di benak saya adalah meminta bantuan lewat petugas bank untuk mencetak mutasi rekening. Namun, waktu sudah menunjukkan pukul lima sore.

Bank sudah tutup. Padahal, kalau saja masih buka, meminta data mutasi di rekening akan mudah. Tinggal katakan saja apa keperluan saya ke customer service. Data mutasi rekening akan diterima dalam waktu yang tak begitu lama.

Maka setelah mengakhiri pembicaraan di telepon dengan customer service, saya segera beranjak menuju ATM Center. Kebetulan, saya menggunakan ATM Mandiri saat transfer waktu itu. Letaknya tidak terlalu jauh dari tempat tinggal saya.

Sempat khawatir kalau-kalau caranya sulit, saya mengikuti apa yang ada di layar saja. Seperti biasa, saya memasukkan kartu ATM, lalu memasukkan PIN. Di menu, saya pilih ‘Transaksi Lainnya’ karena yakin mutasi rekening ada di menu lainnya.

Ternyata, memang benar. Begitu saya pilih ‘Transaksi Lainnya’, muncullah menu ‘Cetak Mutasi’. Saya yakin ini yang dicari karena ada tulisan ‘Mutasi’. Saya coba memilih menu tersebut. Saya menunggu sejenak, lalu sebuah struk pun keluar.

Cepat-cepat saya ambil. Sebelum mengecek isinya, saya mengambil dulu kartu ATM. Gawat kalau kartunya tertelan.
Sebelum keluar dari bilik ATM, saya mengecek terlebih dahulu apa isi struk tersebut. Ternyata di situ tertera lima transaksi terakhir rekening saya. Sepertinya memang hanya lima transaksi yang akan tercetak di struk ATM.

Jika lebih dari itu, tidak akan tercetak. Untung saja, setelah melakukan transfer ke rekening reksadana, saya tidak melakukan banyak transaksi. Artinya, data transaksi saya masih dapat dilihat.

Untuk pengecekan mutasi lewat ATM Bank Mandiri, saldo saya pun dikurangi Rp. 1000 sebagai biaya admin. Saya pikir, tak apa jika itu bisa memudahkan urusan saya. Setelah mendapatkan bukti mutasi rekening, saya pun dapat mengunggahnya di platform reksadana.

Selain lewat ATM, sebetulnya bisa juga dilakukan lewat internet banking dan M-Banking. Hanya saja, saya belum mengaktivasi akun saya. Maklum, belum sempat pergi ke kantor cabang. Menurut rekan saya, untuk mengecek mutasi rekening akan lebih hemat tenaga jika menggunakan internet banking atau M-Banking.

Untuk internet banking Bank Mandiri, saya hanya perlu mengunjungi laman ibank.bankmandiri.co.id. Untuk bisa log in, saya tinggal memasukkan User ID dan password yang sebelumnya sudah didaftarkan.

Begitu berhasil masuk ke akun pribadi, saya memilih menu ‘Info Rekening’. Pasti informasi mengenai mutasi ada di menu tersebut. Dan memang benar. Setelah itu, ada menu ‘Mutasi Rekening’. Saya segera pilih menu tersebut.

Lewat internet banking, saya bisa mengecek mutasi rekening sesuai dengan tanggal dan jangka waktu yang saya butuhkan. Maksimal, transaksi dalam enam bulan terkahir. Ini berbeda dengan mengecek mutasi rekening lewat ATM yang hanya bisa melihat lima transaksi terakhir saja.

Cara lain adalah dengan menggunakan M-Banking. Ini cukup praktis juga karena dilakukan lewat ponsel. Manusia zaman sekarang tak bisa jauh dari ponsel, bukan? Jadi, transaksi apapun akan cepat dilakukan. Syaratnya hanya harus sudah menginstall dan mengaktivasi aplikasi Mandiri Mobile.

Jadi, ketika butuh melakukan transaksi hanya perlu memasukkan User ID dan PIN saja untuk log in. Internet Banking milik Bank Mandiri juga membutuhkan User ID dan PIN saat log in. Namun, untuk mobile banking agak berbeda.

Untuk menghindari penipuan kalau-kalau ponsel hilang atau sesuatu terjadi, kita harus memasukkan kode OTP yang akan dikirim lewat SMS. Selanjutnya, saya bisa mengakses akun. Karena ini berhubungan dengan data di rekening, maka saya pun memilih menu ‘Rekening’.

Di situ akan tampak data nama pemilik akun dan saldo. Dengan mengetuk nama pemilik, saya pun dapat melihat data mutasi. Lewat mobile banking juga, transaksi dapat dipilih untuk periode dan tanggal tertentu.

Di antara ketiga cara tersebut, saya lebih sreg untuk menggunakan internet banking kalau berurusan dengan mutasi rekening. Selain dicek, data pun dapat dicetak. Log in pun mudah, seperti halnya kalau ingin log in ke media sosial.

Jika seperti itu, saya sepertinya memang harus mengaktivasi akun internet banking terlebih dahulu. Tidak ada ruginya kan meminta izin rehat dari tempat kerja sebentar untuk mengurus aktivasi?

Tinggalkan komentar