Penyebab dan membuat kartu atm bri terblokir

Ketika mendapati kartu ATM BRI-mu terblokir, dunia akan terasa runtuh. Kepanikan pasti terjadi.

Apalagi buat kamu-kamu yang jarang bermasalah dengan mesin Automated Teller Machine (ATM).

Tidak sedikit kasus yang terjadi berhubungan dengan terblokirnya kartu. Namanya juga terblokir.

Artinya, hal itu termasuk ketidaksengajaan. Kamu bakalan tidak memiliki akses lagi untuk melakukan transaksi.

Sebetulnya, apa sih sebab-sebab terblokirnya kartu kamu?
Penyebabnya bisa apa saja.

Bisa saja berhubungan dengan kesalahan pemilik saat menginput nomor PIN.

Untuk BRI, nasabah memiliki tiga kali kesempatan untuk memasukkan enam digit nomor.

Jika untuk keempat kalinya masih salah juga, kartu ATM akan terblokir secara otomatis.

Hal ini bisa terjadi jika nasabah lupa berapa nomor PIN-nya. Ini di luar keinginan si pemilik kartu.

Sebagai manusia, pasti dapat melupakan sesuatu.
Tiga kali kesempatan untuk meng-input nomor PIN adalah salah satu cara pengamanan BRI.

Hal ini merupakan upaya keamanan jika ada pihak yang memanfaatkan kartu ATM.

Misalnya saja jika ada seseorang yang lupa mengambil kartunya lagi setelah dipakai.

Mungkin karena terburu-buru mengambil uang. Bisa juga karena kartu hilang dan jatuh ke tangan pihak-pihak tak bertanggung jawab untuk menarik uang di rekening orang lain.

Dengan adanya sistem keamanan pada PIN, pihak lain (selain pemilik, tentunya) tidak akan bisa menembus keamanan PIN.

Ada juga faktor lainnya yang jadi sebab kartu dapat terblokir. Ini justru berasal dari keinginan sang pemilik.

Jika kartu ATM hilang, sang pemilik harus segera memblokir kartu tersebut. Bisa jadi, kartunya jatuh ke tangan orang-orang yang punya niat jahat.

Pelaku bisa saja mentransfer atau menarik seluruh jumlah uang yang ada di rekening tersebut. Untuk itu, dibutuhkan pemblokiran.

Hal ini berlaku juga jika ATM terjatuh di suatu tempat namun tidak lagi bisa ditemukan.

Sebab lainnya justru pihak bank yang memblokirnya. Lho, kok bisa? Tentu saja, jika nasabah terdeteksi melakukan transaksi yang ganjil.

Transaksi mencurigakan seperti ini hanya pihak bank yang mengetahuinya. Untuk kasus ini, biasanya bank akan langsung memblokir tanpa memberitahu pemilik rekening.

Bagaimana cara keluar dari kepanikan saat hal-hal di atas terjadi? Ini dia

langkah-langkahnya:

1. Menghubungi Call Center 14017

Call Center untuk BRI dapat dihubungi di nomor 14017. Selama 24 jam, call center melayani para nasabah yang membutuhkan bantuan atau yang sekadar mencari informasi.

Namun, prosesnya agak membutuhkan waktu lama. Pasalnya, pemilik kartu akan ditanyai beberapa informasi untuk verifikasi, seperti nama lengkap, nomor rekening, sampai nama ibu kandungmu.

2. Datang ke kantor cabang BRI

Walaupun BRI memiliki call center untuk pengaduan masalah ATM terblokir, tetap saja harus pergi ke kantor cabang.

Cara ini memang kurang efisien. Belum lagi biaya/pulsa untuk menelpon terbuang begitu saja tanpa memberikan solusi.

Banyak yang berpikiran, buang-buang pulsa, uang, dan waktu. Jika ini terjadi, segeralah ingat untuk berpikir dingin.

Setidaknya, sudah melapor ke call center.

BRI memiliki banyak cabang di banyak kota di Indonesia. Salah satu pelayanannya yaitu soal pengaduan terblokirnya kartu.

Kita tetap harus menyiapkan beberapa dokumen yang dibawa seperti KTP atau SIM, Kartu ATM, dan buku tabungan.

Kamu harus ke kantor polisi untuk membuat surat keterangan jika tidak buku tabunganmu tidak ada.

Di kantor cabang, bagian customer service akan melayani pengaduan ATM terblokir tersebut:

1. Nasabah akan diminta mengisi formulir, lalu menyerahkan dokumen-dokumen yang disebut sebelumnya.

2. Tentunya ada biaya untuk ini sebesar Rp. 5.000 – Rp. 10.000.

3. Setelah nasabah memenuhi syarat-syaratnya, kartu ATM digesek ke sebuah alat yang mirip dengan EDC.

Benda tersebut berfungsi untuk me-reset PIN. Nomor PIN baru diinput pada alat tersebut.

Voila! Kartu ATM pun bisa digunakan lagi.

Sebetulnya, mengurus permasalahan ini akan sangat mudah jika meminta pertolongan ke customer service yang ada di kantor cabang langsung.

Semua permasalahan dapat langsung ada solusinya.

Namun, jika tidak memungkinkan karena bank sudah tutup, menelepon call center dapat mengobati stress.

Setidaknya, mendapatkan informasi dokumen apa saja yang harus dibawa ke kantor cabang nanti saat kartu aktif lagi.

Bayangkan saja ribetnya mengurus ATM terbokir. Maka dari itu, selalu ingat tips pencegahan ATM terblokir.

Tips tersebut merupakan hasil kesimpulan dari penyebab ATM terblokir.

1. Kalau kartu ATM-mu diblokir oleh pihak bank, kamu tidak bisa berbuat apapun untuk mencegahnya.

Asal tidak melakukan transaksi ganjil, akses kartu ATM tidak akan terganggu. Begitu pula jika kita yang meminta untuk memblokir ATM.

Hanya mencegah kehilangan kartu ATM dan menyimpannya di tempat yang mudah diingat.

2. Banyak kasus salah memasukkan PIN. Maka dari itu, buatlah PIN yang mudah diingat olehmu.

Tapi, dilarang keras memilih tanggal lahir sebagai password atau nomor PIN. Data tanggal lahir bisa mudah didapatkan dan ada di bank data dan dikhawatirkan data akan bocor ke pihak lain.

Selain itu, jika memiliki PIN yang mudah diingat, kamu akan mudah mengurusnya lewat call center.

Namun, perlu diingat juga, PIN adalah rahasia pribadi. Kamu tidak boleh memberikan nomor PIN begitu saja.

Kasus penipuan yang marak belakangan ini berawal dari nomor PIN.

3. ketika meng-input PIN, cobalah untuk tenang dan tidak terburu-buru ingin bertransaksi.

Ini sebagai antisipasi supaya tidak memencet angka yang salah.

Waspada juga, kamu harus betul-betul memastikan jarimu memencet angka yang benar.

Tinggalkan komentar